Sebuah kampung
dimana banyak yang bilang disana kita harus pakai bahasa inggris walapun mau
beli nasi padahal kenyataannya enggak.Cuma disana ada beberapa toko yang
menggunakan bahasa inggris buat ngelayani tapi itu juga kalau penjaganya anak
muda yang udah lama tinggal disana, kalau enggak ya pakenya bahasa Indonesia
malah kadang pake bahasa jawa.
Tapi beda sama
camp atau tempat tinggal seperti kost-an yang harus pakai b.inggris setiap hari
dan semua tempat les. Mereka harus menggunakan bahasa inggris disetiap
komukasinya. Disaat belajar dan saat berada didalam camp, kalau udah keluar
camp ya terserah kita.
Kalau untuk
tempat bimbel kamu bisa mengambil sampai 5 pertemuan dalam sehari ditempat yang
beda-beda, tergantung kebutuhan dan keinginan kalian buat belajar apa. Kalian
bisa pilih : grammer, speaking, pronouncation, toefl. Tapi ada juga beberapa
pelajar kampung inggris yang diem aja di camp, karena mereka ke kampung inggris
cuma buat melarikan diri dari rumah.
Untuk soal
makanan, wuuuuhh kalian enggak usah khawatir karena setiap saat setiap jam
berbagai penjual siap sedia, apalagi kalau udah menjelang sore mulai deh
bermunculan tukang gorengan, tukang martabak, tukang sate, tukang minuman,
tukang nasi goreng dan kawan-kawannya.
Transportasi
kalian cuma perlu nyewa sepeda karena tempat bimbel rata-rata berdekatan.
Disana ada macam macam sepeda, mulai dari sepeda lama sampai baru, sepeda
cowok-cewek jadi kalian bisa pilih mau sepeda yang mana. Tarif sewa sepeda
biasanya Rp. 50.000 untuk satu bulan iniuntuk sepda yang kualitas dibawah ya,
kalau yang kualitas tengah Rp. 75.000, kalau yang bagus Rp. 100.000.
Oiya kalau
oleh-oleh sebelum kembali keasal masing-masing kalian bisa dateng kebeberapa
tokooleh-oleh yang ada di sekita kampung inggris, mulai dari kaos,
pernak-pernik kaya : gelang, lampu, sandal, tas, kalung, gelas. Selesai
memebeli oleh-oleh kita siap pulang ke kampung halaman.
Ini beberapa
pengalaman saya saat dikampung inggris, terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar